Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Posts Tagged ‘Pendidikan

Menginspirasi

leave a comment »

Saya ingat banyak cita-cita yang dulu saya katakan ketika ditanya paman dan bibi: menjadi tentara seperti Ayah saya, atau menjadi dokter, atau ini, atau itu. Banyak sekali. Tapi tidak sebanyak saat saya turut serta sebagai relawan Kelas Inspirasi 2 yang dilangsungkan Indonesia Mengajar.

Para profesional diminta membagikan kepada siswa SD tentang profesi mereka. Satu hari mengajar, kembali ke sekolah sebagai guru. Meski hanya beberapa jam, saya melihat banyak kegugupan di mata mereka. Sebuah tantangan juga agar mereka dapat menyajikan profesinya dengan tutur dan laku yang mudah dicerna anak-anak.

Profesi yang beragam itu diharapkan dapat menginspirasi anak-anak yang masih mengenyam pendidikan dasar. Diantara mereka saya merasakan kembali semangat masa kecil, riuh ruangan kelas, hingga pertengkaran-pertengkaran kecil. Wajah-wajah mereka berseri mengenali beberapa profesi baru di mata mereka. Misalnya manajer media sosial atau yang dulu saya juga tidak pernah kenal: carreer coach! ;D @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

August 13, 2013 at 1:30 pm

Dunia anak-anak

leave a comment »

Dalam perjalanan menghadiri diskusi dengan pemenang kompetisi foto majalah NG Indonesia, saya sengaja mengambil rute perjalanan yang lebih panjang; dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer, atau lebih dari tempat saya tinggal. Menyusuri bundaran, dan menyeberang via JPO di depan eks. hotel Hikko.

Di sebelah pusat perbelanjaan besar di kawasan bundaran (eks) hotel indonesia, terdapat selokan cukup besar yang tengah surut. Nampak beberapa anak tengah asyik saling ciprat air, dan mencari benda (uang koin, saya rasa). Lepas, tertawa dan saling meledek.

Anak-anak bermain di selokan di samping pusat perbelanjaan Plaza Indonesia, Jakarta.

Demotix | Sewers – unusual playground for children in Jakarta

Ya, jadi anak-anak di ibukota yang sumpek ini memang harus pintar sejak kecil. Termasuk pintar mencari lahan bermain yang kian lama kian terbatas. Tanah lapang tempat biasa bermain bola sepulang sekolah kini telah banyak yang berganti menjadi gedung bertingkat.

Sungai, yang dulu masih ‘sedikit layak’ dijadikan kolam renang murah meriah kini makin tercemar limbah. Entah sampah rumah tangga, limbah berbahaya, hingga sisa metabolisme manusia. Macam-macam.

Ironis memang; tapi harus bagaimana lagi. Mungkin nantinya masa anak-anak hanya akan diisi dengan video permainan dalam jaringan (online) dan mengurangi tatap muka anak-anak dengan sesamanya. Menjadikan mereka generasi super modern? @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

February 23, 2012 at 2:30 pm