Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Posts Tagged ‘Pameran

Kompas/JS

leave a comment »

Kompas/JS belong to Julian Sihombing; saya pertama kali bertemu bang Jul di Semarang saat roadshow Mata Hati, sebuah buku kumpulan foto jurnalistik harian Kompas. Saya yang masih mahasiswa mendekat saat rehat, Ia dan Eddy Hasby membakar rokok di luar gedung tempat acara berlangsung. Saya akhirnya justru berbincang dengan bang Eddy kala itu tentang bagaimana me-manage foto. But, he’s a humble man.

Setelah meninggal medio Oktober tahun lalu, saya jadi lebih tahu sosoknya di mata rekan-rekannya. Dari bagaimana Arbain Rambey harus menahan tangis saat bercerita tentangnya, di Kumpul Buku II beberapa waktu silam hingga saat buku ‘kedua’-nya diluncurkan, Selasa (15/1) malam di Galeri Antara.

Pengunjung pameran melihat foto ikonik Julian Sihombing di Galeri Antara, Selasa (15/1) malam. Foto-foto unpublished Julian Sihombing diterbitkan dalam sebuah buku.

Demotix | Late Photojournalist Julian Sihombing’s Photobook Launched

Berbeda dengan foto-fotonya di Split Second, Split Moment foto yang dipamerkan (dan dimuat di buku keduanya) terasa lebih personal. Berbeda rasa.

Read the rest of this entry »

Written by Alie Poedjakusuma

January 16, 2013 at 9:52 am

Pancasila dimana?

leave a comment »

Pancasila adalah formula unik untuk bangsa kita yang telah dirumuskan oleh `founding fathers`, kalau dulu semangan Pancasila pernah menghilang karena ada lembaran kelabu, kini generasi muda harus menjawab tantangan untuk mewujudkan lagi ideologi Pancasila sebagai nafas jati diri bangsa

Demotix | Yenny Wahid Attends Pancasila photo exhibition

Indonesia sesungguhnya tidak perlu lagi belajar pluralisme dari manapun. Bagaimana tidak, negeri ini punya beraneka-ragam suku, agama, dan kebudayaan dari Sabang sampai Merauke untuk dimengerti. Perbedaanlah yang membuat negeri ini makin indah.

Pernyataan diawal tulisan ini disampaikan puteri Guru Bangsa, KH Abdurrahman Wahid, yang akrab disapa Gus Dur. Bahwa pancasila yang dulu digodok matang oleh para pendiri negeri, menyatukan perbedaan-perbedaan dalam bingkai NKRI.

Pancasila itu, sekarang dimana? sehingga putra-putri negeri saling memaki, merasa golongannya paling benar dan menginjak-injak golongan lain? Perlukah sebuah perang (lagi) untuk menyatukan bangsa ini.. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

February 28, 2012 at 4:30 pm