Demotix, Photography

Alam dan bencana

Pengunjung pameran foto Gempa Jepang memasang pesan harapan pada replika pohon Sakura.

Demotix | East Japan Earthquake Press Photo Exhibition – Jakarta

Awal tahun 2005, saya berkesempatan menjadi relawan ke Aceh; yang dengan tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh lembaga tempat saya bernaung. Kecewa; sangat.

Menyaksikan tsunami menyapu Nanggroe membuat bulu kuduk berdiri. Merinding dan takut. Betapa mudah ratusan ribu nyawa melayang; sebagian tidak sempat ditemukan. Dan hilang perlahan menjadi bagian alam. Dahsyat.

Dan 11 Maret 2011, saat bencana serupa mengguncang Jepang; saya lebih tercengang! Negara yang sudah ‘berkawan’ gempa ini masih juga kalah. Alam memang hebat. Tuhan Maha Segala.

Benteng tinggi di pesisir tak mampu membendung. Lautan meluap, sejauh yang tidak kita bayangkan. Dan lebih parah saat reaktor pembangkit nuklir Fukushima Nomor 1 terbakar. Saya membayangkan bencana serupa Aceh dan Chernobyl menjadi satu.

Bukan alam yang harus bersahabat dengan kita; penghuninya. Tapi kitalah yang harus mawas diri, bahwa alam harus dijadikan sahabat. @aliepodja

Advertisements
Standard
Demotix, Photography

Dua wajah

Pengunjung Hellofest 8 berdanda ala tokoh kartun pada serial kartun Jepang, Naruto.

Demotix | Hellofest 8 Indonesian Pop Art Festival

Wahyu Aditya, inisiator Hello Fest tidak menyangka antusiasme penggemar manga (komik jepang) dan anime (film kartun jepang) begitu besar. Setelah perhelatan kedelapan, Hello Fest seakan menjadi pusat tren para cosplayer (sebutan bagi para penyuka kostum anime-manga-game jepang). Fred Deakin, seniman asal Inggris yang diundang sebagai juri cosplay pun tercengang. Bahkan antusiasme di negeri Ratu Elizabeth tidak ‘segila’ di Indonesia.

Ribuan orang memenuhi Balai Kartini, Jakarta saat penyelenggaraan Hello Fest 8, 4 Februari lalu. Sebagian besar remaja berusia belasan yang gandrung dengan super heronya masing-masing. Dari Naruto sampai Snow White datang. Kostum yang mereka pakai beraneka ragam, berwarna-warni. Seolah memiliki dua wajah, mereka menyaru menjadi jagoan idaman. Berpose dan bertemu kawanan jagoan lain, atau bahkan musuhnya.

Industri kreatif yang dahulu di-anak tiri-kan pun saat ini sudah bangkit. Bahkan namanya masuk dalam jajaran kabinet presiden Yudhoyono. Entah, hanya sekedar formalitas atau benar-benar memberi dukungan ada si anak tiri yang beranjak besar. @aliepodja

Standard