Demotix, Photography

Paduan memikat modern-tradisional

Malam itu JavaJine langsung memanaskan suasana dengan tabuhan-tabuhan perkusi; genderang-genderang berukuran sedang berbahan kulit kambing di pinggang dipukul dan mengentak. Kombinasi dengan peralatan musik modern membuatnya easy listening, meski dada jadi berdebar-debar seiring hentak gendang.

Solo City Jazz ketiga yang digelar di Pasar Triwindu, Ngarsopuro, kota Solo, Sabtu (22/9) malam mampu membius penontonnya. Tua-muda, besar-kecil tumpah di depan panggung artistik penuh ornamen bambu, seperti kapal layar.

Pesinden Sruti Respati turut meriahkan Solo City Jazz 2012, Sabtu (22/9) di Pasar Triwindu, Ngarsopuro, Solo. Ia berkolaborasi dengan band jazz gaek, Emerald.

Demotix | Traditional and modern music collaborate at Solo City Jazz 2012

Penonton disuguhi juga musikalitas unik Slamet Gundono, si dalang wayang suket. Yang disalah satu lagunya membawa serta tiga ekor bebek bernyanyi. Kwek kwek.

Continue reading

Advertisements
Standard
Demotix, Photography

Hari kedua RJF kedua

Jazz adalah barometer kebebasan. ~Idang Rasjidi, 2012

Setahun silam; saya beranjak dari Serambi Jazz di Goethe Institute ke Masjid Cut Meutia, Menteng. Dalam satu malam itu, saya menikmati lantunan Andien dua kali; sayang performa Dwiki Dharmawan di panggung urung saya nikmati, begitupun tahun ini.

@wartajazz kembali menggelar Ramadhan Jazz Festival, di tempat yang sama. Saya dan isteri tercinta @dyanhoed datang selepas mengikuti Frame @fotokitanet di @galeriantara.

Tompi dan Idang Rasjidi tampil sepanggung dalam RJF 2012 di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng (28/7).

Demotix | Ramadhan Jazz Festival 2012 – Jakarta

Melihat line up yang disodorkan, kami menanti penampilan (dr.) Tompi dan maestro jazz nusantara Idang Rasjidi. Kombinasi keduanya pasti menghentak. Dan terbukti benar. Chemistry keduanya dalam performa tanpa gladi itu amat menghibur!

Continue reading

Standard