Demotix, Photography

Anak bukan demonstran

Beberapa kali saya memotret aksi protes (demo), entah itu tentang kesejahteraan buruh, penolakan kebijakan, hingga aksi simpatis kader partai. Selalu saya temukan anak-anak turut serta menjadi peserta demo. Mereka jelas bukan demonstran; atau mungkin tengah dididik menjadi calon demonstran?

Orang tua si anak, yang tentunya bertanggungjawab atas kehadiran mereka dalam aksi protes, tidak serta merta juga bisa disalahkan. Bayangkan jika, mungkin, si anak ditinggalkan sendiri di rumah, atau mungkin dibiarkan bermain di kompleks rumah saat orang tuanya meneriakkan yel-yel atau sekedar jargon penentang.

Demo bisa jadi juga ‘hiburan’ lain bagi si anak, yang hari-harinya mungkin telah dibosankan dengan bangku sekolah dan mainan elektronik. Demo pula ‘pendidikan’ untuk si anak agar tak mudah takut suarakan pendapat. Bahwa ada yang harus diperjuangkan untuk sebuah perubahan.

Continue reading

Advertisements
Standard
Demotix, Photography

Mendadak peduli?

Menjelang pemilihan gubernur Jakarta bulan Juli mendatang, calon-calon gubernur mulai sibuk unjuk gigi.

Semua merasa terbaik, peduli, dan paham keinginan rakyat Jakarta. Mereka mulai tebar pesona, dimana saja. Tak hanya poster dan selebaran yang mudah dilihat dekat keramaian, mereka pun terjun dalam keramaian.

Calon gubernur DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid turut serta dalam “Walk for Autism” yang berlangsung di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan Minggu (5/5) pagi.

Demotix | Governor candidate Hidayat Nur Wahid joins Walk For Autism – Jakarta

Sebagian merasa itu biasa. Lainnya tak banyak komentar. Saling menjelekkan calon lain, atau sekedar menjelaskan dirinya ahli. Continue reading

Standard