Demotix, Photography

Ketika sosoknya melewati pintu masuk Eramus Huis, Selasa (8/1) malam saya kaget; rupanya mantan presiden BJ Habibie hadir dalam pembukaan pameran ‘Mapping History’ yang dihelat Erasmus Huis dan KITLV.

Pameran yang menampilkan koleksi-koleksi KITLV di Indonesia seakan menyajikan perjalanan panjang bangsa ini. Tak hanya foto dan lukisan, manuskrip lontar, lagu lama dan sampul cakram padat film juga turut dipamerkan. Tiga lukisan karya pelukis legendaris Raden Saleh juga turut serta.

Mantan presiden BJ Habibie mendengarkan penjelasan Duta Besar Belanda saat melihat foto lama yang dipamerkan dalam ‘Mapping History’ di Erasmus Huis, Jakarta, Selasa (8/1). Demotix/ Alie Poedjakusuma

Demotix | Former president BJ Habibie attended Mapping History art exhibition

Lupakan dulu tentang pameran, yang pasti tetap seperti itu: ramai saat pembukaan, dan didatangi kurang dari sepuluh orang per hari sampai waktunya habis; Yang menarik adalah kesempatan mendengarkan ceramah Mr. Rudy Habibie saat sesi sambutan. Continue reading

Advertisements

Belajar dari Rudy Habibie

Aside
Photography

Anjungan cetak mandiri

Untuk memenuhi deadline sebuah lomba foto; saya mencetak foto di sebuah studio cetak foto di bilangan Pasar Rumput, Jakarta. Selama di Semarang saya terbiasa berdiskusi dengan operator cetak foto sebelum mencetak. Dan karena sudah menjadi pelanggan, maka saya sudah menyesuaikan (kalibrasi) layar monitor komputer dengan hasil cetak di studio cetak tersebut.

Seorang pelanggan sebuah studio cetak foto di bilangan Pasar Rumput, Jakarta, Kamis (23/7) memeriksa hasil cetak foto sebelum meninggalkan studio.

Nah, di Jakarta saya belum menemukan tempat cetak foto yang menjadi langganan; jadi saya sering berpindah tempat cetak. Kali ini saya bertemu dengan mesin anjungan cetak mandiri. Setelah mencoba adaptasi, pencet sana-sini, foto yang akan saya cetak pun masuk ke operator.

Tak sampai setengah jam kemudian, hasil cetak sudah jadi : dan saya KECEWA. Hasilnya tidak seperti yang saya harapkan; jadilah saya kemudian beringsut ke tempat cetak lain di bilangan Menteng, Jakarta Pusat. @aliepodja

Standard