Photography

Fotografi Jalanan di Purwokerto

Tahun lalu, saya ikut menyusuri kawasan Manggarai, Jakarta Selatan dalam rangkaian Jakarta Street Hunting #JASHVII #FNStreetHunting (baca di sini). Saat itu puluhan kota di Indonesia, dan juga luar negeri turut serta memeriahkan gelaran komunitas daring fotografer terbesar, fotografer.net 

Dan ketika gelaran itu hadir lagi, saya putuskan mengikutsertakan Purwokerto dalam #FNStreetHunting, yang juga (pada akhirnya) diikuti oleh 50 kota dan kurang lebih 2500 orang fotografer.

Bertajuk Purwokerto Street Hunting #PUSH, minggu (4/11) pagi kami menyusuri rute Alun-alun kota-Jl Masjid-Jl Gatot Subroto-Jl Ragasemangsang-Alun-alun kota mengabadikan rupa-rupa kegiatan di jalanan. Dari car free day di kawasan Alun-alun kota hingga aktifitas warga di pagi menjelang siang. Beragam!

Mengenal fotografi lebih dalam bukan di kampung halaman membuat saya ‘asing’ dengan penikmat fotografi di Purwokerto. Beruntung, rekan-rekan yang akhirnya hadir dan terlibat #PUSH bisa ‘klop’ meski baru sekali bertatap muka. Big thanks untuk @amriehusen @baikbudinya dan Indah. You’re awesome, guys! 😉

Lain waktu semoga dapat kembali menyusuri dan memotret sudut-sudut kota yang perlahan mulai berubah; totally different dibanding masa kecil saya dulu. @aliepodja

Advertisements
Standard
Demotix, Photography

Anak bukan demonstran

Beberapa kali saya memotret aksi protes (demo), entah itu tentang kesejahteraan buruh, penolakan kebijakan, hingga aksi simpatis kader partai. Selalu saya temukan anak-anak turut serta menjadi peserta demo. Mereka jelas bukan demonstran; atau mungkin tengah dididik menjadi calon demonstran?

Orang tua si anak, yang tentunya bertanggungjawab atas kehadiran mereka dalam aksi protes, tidak serta merta juga bisa disalahkan. Bayangkan jika, mungkin, si anak ditinggalkan sendiri di rumah, atau mungkin dibiarkan bermain di kompleks rumah saat orang tuanya meneriakkan yel-yel atau sekedar jargon penentang.

Demo bisa jadi juga ‘hiburan’ lain bagi si anak, yang hari-harinya mungkin telah dibosankan dengan bangku sekolah dan mainan elektronik. Demo pula ‘pendidikan’ untuk si anak agar tak mudah takut suarakan pendapat. Bahwa ada yang harus diperjuangkan untuk sebuah perubahan.

Continue reading

Standard