Photography

Penglajo

Di hari minggu/ Di sana kasihku/ Berdiri menunggu/ Di batas waktu/ Yang telah tertentu.

~Kembali ke Jakarta, Koes Plus

SEMBOYAN 35 sudah dibunyikan masinis kereta api ekonomi Senja Bengawan di jalur tiga stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis malam itu. Lokomotif menarik sebelas gerbong meninggalkan stasiun. Delapan gerbong kelas ekonomi –tiga diantaranya berpendingin ruangan, dan masing-masing satu gerbong restorasi, barang, dan pembangkit listrik menuju tujuan akhir stasiun Solo Jebres.

Besok libur panjang akhir pekan hari Paskah, maka akhir pekan kali ini berakhir lebih cepat, memperpanjang kesempatan melepas rindu dengan keluarga lebih lama daripada biasanya. Libur panjang di akhir pekan adalah berkah tersendiri bagi Penglajo –pendatang yang bekerja di ibukota meninggalkan keluarga, dan kembali ke kampung halaman di akhir pekan.

Penglajo, sebagian melabeli diri Pejuang PJKA –singkatan dari nama panjang lama PT Kereta Api Indonesia yang diplesetkan menjadi pulang jumat kembali ahad– biasanya menjalani ritual kembali ke kampung halaman pada Jumat malam.

Mereka kembali ke Jakarta dari kampung halaman, yang tersebar di pesisir selatan Jawa pada Minggu sore. Purwokerto, Kutoarjo, Kebumen, Klaten, Yogyakarta, Sukoharjo, dan Surakarta adalah sebagian kota asal mereka.

Catatan: semua foto diambil dengan kamera saku dan kamera ponsel pintar.

RIUH penumpang di gerbong satu bercengkrama. Bertukar cerita. Bertanya tentang pilihan moda untuk perjalanan akhir pekan berikutnya. Seorang penglajo paruh baya mengedarkan lembar dukungan berkepala surat ‘Masyarakat Pengguna Kereta Api Kelas Ekonomi’ untuk ditandatangani: penglajo menolak kenaikan tarif kereta api kelas ekonomi jarak jauh dan perubahan jadwal perjalanan kereta api.

Aksi damai pembentangan spanduk pernyataan sikap penglajo sebelum keberangkatan KA Bengawan malam itu dibubarkan Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska). Membuat keberangkatan sempat tertahan 15 menit. Akhir pekan depan, rencana aksi serupa dirancang. Perijinan akan diurus agar tidak dibubarkan Polsuska lagi.

Mulai April 2013, jadwal keberangkatan kereta api ekonomi Senja Bengawan berubah. Penglajo yang bekerja hingga sore hari tidak akan bisa menumpang Bengawan yang berangkat pukul 13.00 WIB dari stasiun Pasar Senen. Pengoperasian jalur ganda (double track) di jalur selatan Jawa membuat PT KAI mengganti hampir seluruh grafik perjalanan kereta api.

Pilihan penglajo, yang setia dengan kereta api, sebagai pengganti KA Senja Bengawan adalah KA Progo, yang berangkat dari stasiun Pasar Senen pukul 22.00 WIB. Tujuan akhirnya: Yogyakarta.

Ini menimbulkan masalah baru. Penglajo pengguna KA Bengawan yang kampung halamannya tak lagi terjangkau kereta kelas ekonomi itu harus melanjutkan perjalanan dengan kereta api lokal seperti KA Prambanan Ekspress (Prameks), KA Madiun Jaya (Manja), KA Sriwedari atau dengan moda transportasi lain. Sebagian penglajo sudah mengumpulkan iuran untuk membayar uang muka sewa bus dari Jogja ke Solo.

oOo

Continue reading

Advertisements
Standard