Demotix, Photography

Kompas/JS

Kompas/JS belong to Julian Sihombing; saya pertama kali bertemu bang Jul di Semarang saat roadshow Mata Hati, sebuah buku kumpulan foto jurnalistik harian Kompas. Saya yang masih mahasiswa mendekat saat rehat, Ia dan Eddy Hasby membakar rokok di luar gedung tempat acara berlangsung. Saya akhirnya justru berbincang dengan bang Eddy kala itu tentang bagaimana me-manage foto. But, he’s a humble man.

Setelah meninggal medio Oktober tahun lalu, saya jadi lebih tahu sosoknya di mata rekan-rekannya. Dari bagaimana Arbain Rambey harus menahan tangis saat bercerita tentangnya, di Kumpul Buku II beberapa waktu silam hingga saat buku ‘kedua’-nya diluncurkan, Selasa (15/1) malam di Galeri Antara.

Pengunjung pameran melihat foto ikonik Julian Sihombing di Galeri Antara, Selasa (15/1) malam. Foto-foto unpublished Julian Sihombing diterbitkan dalam sebuah buku.

Demotix | Late Photojournalist Julian Sihombing’s Photobook Launched

Berbeda dengan foto-fotonya di Split Second, Split Moment foto yang dipamerkan (dan dimuat di buku keduanya) terasa lebih personal. Berbeda rasa.

Continue reading

Advertisements
Standard
Demotix, Photography

Ketika sosoknya melewati pintu masuk Eramus Huis, Selasa (8/1) malam saya kaget; rupanya mantan presiden BJ Habibie hadir dalam pembukaan pameran ‘Mapping History’ yang dihelat Erasmus Huis dan KITLV.

Pameran yang menampilkan koleksi-koleksi KITLV di Indonesia seakan menyajikan perjalanan panjang bangsa ini. Tak hanya foto dan lukisan, manuskrip lontar, lagu lama dan sampul cakram padat film juga turut dipamerkan. Tiga lukisan karya pelukis legendaris Raden Saleh juga turut serta.

Mantan presiden BJ Habibie mendengarkan penjelasan Duta Besar Belanda saat melihat foto lama yang dipamerkan dalam ‘Mapping History’ di Erasmus Huis, Jakarta, Selasa (8/1). Demotix/ Alie Poedjakusuma

Demotix | Former president BJ Habibie attended Mapping History art exhibition

Lupakan dulu tentang pameran, yang pasti tetap seperti itu: ramai saat pembukaan, dan didatangi kurang dari sepuluh orang per hari sampai waktunya habis; Yang menarik adalah kesempatan mendengarkan ceramah Mr. Rudy Habibie saat sesi sambutan. Continue reading

Belajar dari Rudy Habibie

Aside