Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Hari kedua RJF kedua

leave a comment »

Jazz adalah barometer kebebasan. ~Idang Rasjidi, 2012

Setahun silam; saya beranjak dari Serambi Jazz di Goethe Institute ke Masjid Cut Meutia, Menteng. Dalam satu malam itu, saya menikmati lantunan Andien dua kali; sayang performa Dwiki Dharmawan di panggung urung saya nikmati, begitupun tahun ini.

@wartajazz kembali menggelar Ramadhan Jazz Festival, di tempat yang sama. Saya dan isteri tercinta @dyanhoed datang selepas mengikuti Frame @fotokitanet di @galeriantara.

Tompi dan Idang Rasjidi tampil sepanggung dalam RJF 2012 di Plaza Masjid Cut Meutia, Menteng (28/7).

Demotix | Ramadhan Jazz Festival 2012 – Jakarta

Melihat line up yang disodorkan, kami menanti penampilan (dr.) Tompi dan maestro jazz nusantara Idang Rasjidi. Kombinasi keduanya pasti menghentak. Dan terbukti benar. Chemistry keduanya dalam performa tanpa gladi itu amat menghibur!

Tompi bersinergi dengan Idang Rasjidi yang diawal melantunkan lagu berlirik tentang taubat. Ngena sekali dengan suasana masjid, dan ramadan yg kental. Tak jauh beda, Tompi sudah mewanti-wanti hanya akan melantunkan lagu-lagu dari album religinya terdahulu. Ahh.

Tahun ini jelas #RJF2012 sukses. Jumlah penonton bertambah drastis, senada dengan jumlah pemotret di muka pentas. Makin meriah.

Melewatkan Barry Likumahuwa Project, saya berharap masih bisa berjumpa dengan ramadan tahun depan; dan (jika ada lagi) menikmati kembali jazz di halaman masjid seperti malam kemarin. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

July 30, 2012 at 2:21 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: