Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Menanti datangnya bulan itu

leave a comment »

Bulan mencapa jarak terdekat dengan bumi. Fase ini dikenal sebagai fenomena supermoon.

Demotix | Supermoon phenomenon in Jakarta

Selepas maghrib, gerimis rapat mulai mengguyur Jakarta. Saya bahkan mengurungkan niat makan malam. Cuaca dingin membuat berdiam diri di atas kasur menjadi makin nyaman. Hangat.

Sembari melihat linimasa akun twitter tentang fenomena bulan besar (supermoon) yang terjadi malam itu saya hanya pasrah karena cuaca tidak mendukung. Sampai akhirnya pulas bermimpi.

Pukul 23.00 Wib saya bangun; Perut kosong yang bernyanyi memaksaku mengenakan jaket parasit, memasang penutup kepalanya, dan menuruni tangga ke warung nasi goreng ‘si Gondrong’ langganan.

Petak umpet

Bulan nampak; Terang, besar, sempurna!

Saya bergegas naik, membuka tripod, dan memasang lensa tele 70-300mm. Setelah semua terpasang, saya melihat ke langit. Rembulan telah pergi, awan hitam menutupinya penuh. Saya gigit jari.

Lima belas menit menunggu, ia kembali. Perlahan awan hitam pergi, memberi saya kesempatan memotret. Sebelum bergegas menyelimuti bulan cantik. Dan meneteskan butir-butir tangis.

Penantian bulan malam itu tidak sebentar. Tapi pertemuannya membalas. Sampai jumpa lagi tahun depan. @aliepodja

 

 

Written by Alie Poedjakusuma

May 16, 2012 at 1:35 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: