Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Maut itu dekat

leave a comment »

Kematian berada pada titik yang kita sendiri; tidak akan pernah tahu.

Maut berada di urat leher, seolah siap memotong nadi, dan memisahkan ruh dan tubuh; seketika.

Jenazah menteri kesehatan non-aktif, Endang Rahayu Sedyaningsih dibawa menuju San Diego Hills setelah diberikan penghormatan terakhir di kantor kementerian kesehatan, Rabu (3/5) pagi.

Demotix | Former Indonesian Minister of Health given final tribute

Kita tidak menyangka maut menjemput Widjajono Partowidagdo di puncak gunung  Tambora, nun jauh di bagian timur Indonesia. Pak Wid, yang biasanya di Jakarta dijemput disana. Demikian juga bagi Endang Rahayu Sedyaningsih.

Menteri kesehatan non-aktif yang menderita kanker paru satu setengah tahun terakhir ini meninggal tidak lama setelah melepas jabatannya.

Maut tidak peduli, pejabat-orang biasa-rakyat atau wakil rakyat. Tidak ada yang bisa membeli waktu tambahan menunda maut menjemput. Bahkan konglomerat sekalipun.

Kita harus selalu siap kapanpun maut datang. Entah kapan. Dimana.

Pertanyaannya kini, “sudah siapkah kita dipanggil ke sisi-Nya. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

May 3, 2012 at 3:14 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: