Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Alam dan bencana

leave a comment »

Pengunjung pameran foto Gempa Jepang memasang pesan harapan pada replika pohon Sakura.

Demotix | East Japan Earthquake Press Photo Exhibition – Jakarta

Awal tahun 2005, saya berkesempatan menjadi relawan ke Aceh; yang dengan tiba-tiba dibatalkan sepihak oleh lembaga tempat saya bernaung. Kecewa; sangat.

Menyaksikan tsunami menyapu Nanggroe membuat bulu kuduk berdiri. Merinding dan takut. Betapa mudah ratusan ribu nyawa melayang; sebagian tidak sempat ditemukan. Dan hilang perlahan menjadi bagian alam. Dahsyat.

Dan 11 Maret 2011, saat bencana serupa mengguncang Jepang; saya lebih tercengang! Negara yang sudah ‘berkawan’ gempa ini masih juga kalah. Alam memang hebat. Tuhan Maha Segala.

Benteng tinggi di pesisir tak mampu membendung. Lautan meluap, sejauh yang tidak kita bayangkan. Dan lebih parah saat reaktor pembangkit nuklir Fukushima Nomor 1 terbakar. Saya membayangkan bencana serupa Aceh dan Chernobyl menjadi satu.

Bukan alam yang harus bersahabat dengan kita; penghuninya. Tapi kitalah yang harus mawas diri, bahwa alam harus dijadikan sahabat. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

March 17, 2012 at 9:53 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: