Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Serba-serbi CFD

leave a comment »

Hari bebas kendaraan bermotor (car free day/CFD) di Jalan Sudirman-Thamrin selalu ramai. Setelah beberapa bulan terakhir tidak ikut menikmati jalanan utama yang penuh sepeda dan warga Jakarta yang berolahraga, akhirnya saya tergerak untuk bangun pagi dan sedikit berlari kesana.

Jam tujuh pagi belum terlalu siang untuk menikmati CFD. Saya menumpang Kopaja P20 membelah Jl Rasuna Said dan turun di perempatan Jl Diponegoro. Dari situ, cukup berjalan kaki sepuluh menit menuju pusat keramaian CFD Sudirman-Thamrin, bundaran Hotel (Indonesia) Kempinsky.

Petugas bus Transjakarta menjaga jalur bus di bundaran Hotel Indonesia saat berlangsungnya CFD.

Demotix | Stewards secure busway on Car Free Day – Jakarta

Selalu ramai. Dari mulai bayi yang masih dalam kereta, balita, anak-anak, hingga remaja galau tumpah ruah disana. Pedagang, pesepeda, pelari, pejalan kaki, hingga pewarta foto lalu lalang disini. Benar-benar bhinneka tunggal ika.

Bus Transjakarta, satu-satunya angkutan yang masih boleh beroperasi di kawasan itu pun harus merelakan jalurnya disemuti pesepeda dan pejalan kaki. Petugas keamanan bus harus bekerja ekstra memastikan tidak ada yang tersenggol bodi bongsor si bus oranye. Kenapa ikon Jakarta selalu berwarna oranye? kenapa bemo dilarang padahal masih berwarna oranye.

Mahasiswa dari AIESEC UI dan Binus Jakarta berkampanye tentang HIV/AIDS saat CFD berlangsung di Jl Sudirman-Thamrin, Jakarta.

Demotix | Student campaign for HIV/AIDS dignity – Jakarta

Massa yang banyak dimanfaatkan banyak pihak; berpromosi tentunya akan lebih efektif di tempat ramai. Dari mulai penjual suplemen kesehatan, minuman, hingga kartu kredit ada. Momentum seolah  tidak ingin dilewatkan. Semua bergegas, sebagian mempergunakan penjaja yang menarik, biasanya perempuan-perempuan cantik.

AKtivis HAM melakukan aksi menuntut pengusutan kasus Munir diselesaikan secepatnya saat CFD.

Dua minggu sekali setiap bulan memang tidak mungkin mengurangi emisi gas buang kendaraan bermotor dengan drastis. Namun, setidaknya ada usaha untuk mengurangi dan menyediakan ruang bagi warga Jakarta yang sudah penat dengan lalu lalang kendaraan satu waktu untuk pelbagai olahraga. @aliepodja

 

Written by Alie Poedjakusuma

March 14, 2012 at 5:46 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: