Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Geliat tradisi modern

leave a comment »

Indonesian Fashion Week (IFW) baru pertama kali diadakan tahun ini. Ratusan produk fashion anak negeri yang tidak kalah dengan produksi manca disajikan apik disini. Nama-nama yang sudah tenar di New York bahkan ikut serta berpameran. Jangankan sekedar kemeja batik, kombinasi bahan apapun dapat ditemukan disini.

Demotix | Indonesian Fashion Week 2012 – Jakarta

Persis di depan pintu masuk gedung pameran, saya tertarik dengan sajian kain tradisional nusa tenggara. Seorang mamak dengan asyik menenun benang; menjadikannya lembaran kain-kain berwarna yang menarik.

“Waktu tersingkat pembuatan kain sekitar satu bulan,” ujar Mamak lain yang mendampingi. Pantas bila kemudian produk-produk tradisional macam ini tergeus produksi pabrik konveksi besar yang volume produksinya selalu berlimpah setiap tahunnya. Belum lagi kearifan lokal yang seringkali diusik modernisasi.

Seperti pekan sebelumnya saat hadir dalam pembukaan festival film South to South, saya teringat perlawanan rakyat kecil yang berusaha mempertahankan hak mereka, meski tanpa senjata mematikan. Mereka patut diperhatikan lebih. Hasil tangan mereka tidak kalah menarik. Setiap tangan membuat karya dengan hati, bukan? @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

March 5, 2012 at 3:17 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: