Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Perlawanan cerdas

leave a comment »

Alih-alih bentrok fisik, warga desa Molo di Timor Tengah Selatan, melawan penambangan di wilayah tanah adatnya dengan cara yang unik. Mereka, yang banyak diantaranya merupakan penenun handal, melakukan aksi menenun bersama di lokasi penambangan yang mereka protes.

Sebelumnya saya sudah pernah mendengar mengenai protes damai ini. Dan saat perlawanan itu ditampilkan dalam ilustrasi di pembukaan festival film South to South 2012 di Goethe Institute, Menteng, Jakarta saya tertegun. Lingkungan kita terancam.

Pengunjung pembukaan festival film South to South 2012 melintas di depan salah satu ilustrasi yang menggambarkan perlawanan warga Molo, Timor Tengah Selatan.

Demotix | South to South Film Festival Opening

Seharusnya kita melindungi apa yang sudah diwariskan dengan baik oleh generasi sebelum kita; meskipun kita menganggap mereka terbelakang, atau kuno. Bukankah alam sudah memberi banyak contoh. Kita harus bisa hidup berdampingan dengan alam.

Seperti dituliskan dalam ilustrasi, janganlah menjual apa yang tidak bisa kamu buat. Karena ketika sudah hilang, kita hanya bisa menangisinya dengan penyesalan. Bukankah begitu, alam? @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

February 23, 2012 at 6:24 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: