Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Dunia anak-anak

leave a comment »

Dalam perjalanan menghadiri diskusi dengan pemenang kompetisi foto majalah NG Indonesia, saya sengaja mengambil rute perjalanan yang lebih panjang; dengan berjalan kaki sekitar dua kilometer, atau lebih dari tempat saya tinggal. Menyusuri bundaran, dan menyeberang via JPO di depan eks. hotel Hikko.

Di sebelah pusat perbelanjaan besar di kawasan bundaran (eks) hotel indonesia, terdapat selokan cukup besar yang tengah surut. Nampak beberapa anak tengah asyik saling ciprat air, dan mencari benda (uang koin, saya rasa). Lepas, tertawa dan saling meledek.

Anak-anak bermain di selokan di samping pusat perbelanjaan Plaza Indonesia, Jakarta.

Demotix | Sewers – unusual playground for children in Jakarta

Ya, jadi anak-anak di ibukota yang sumpek ini memang harus pintar sejak kecil. Termasuk pintar mencari lahan bermain yang kian lama kian terbatas. Tanah lapang tempat biasa bermain bola sepulang sekolah kini telah banyak yang berganti menjadi gedung bertingkat.

Sungai, yang dulu masih ‘sedikit layak’ dijadikan kolam renang murah meriah kini makin tercemar limbah. Entah sampah rumah tangga, limbah berbahaya, hingga sisa metabolisme manusia. Macam-macam.

Ironis memang; tapi harus bagaimana lagi. Mungkin nantinya masa anak-anak hanya akan diisi dengan video permainan dalam jaringan (online) dan mengurangi tatap muka anak-anak dengan sesamanya. Menjadikan mereka generasi super modern? @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

February 23, 2012 at 2:30 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: