Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Pesona sudut Manggarai

leave a comment »

Sudah lama sekali saya tidak berjalan menyusuri kota, memotret aktifitas, alias nyetrit. Street photography memang bikin ketagihan, percaya deh. Objek yang seolah tiada habis dan momen-momen menarik yang tidak terulang membuat walk and shoot menggairahkan. Setelah absen hunting pemanasan Jakarta Sepi, saya tidak mau melewatkan gelaran Jakarta Street Hunting (JASH) VII. So, begitu bangun di minggu pagi, dan mandi. Saya beringsut ke bilangan Manggarai tempat JASH VII akan digelar.

Harap maklum bila anda hidup di Indonesia, rakyatnya sudah berteknologi canggih. Jadi, meeting time jam 6.30 Wib ya hanya sekedar pemanis mungkin. JASH VII baru dimulai lepas pukul delapan. Kali ini saya kembali bertemu rekan @kfsemarang #KFS021 yang menyempatkan ikutan. Setelah peserta bergerak, saya-mas Bayu @antoniusbayuk, Noor Eva, Jati, Wahyu, dan Hafid malah sarapan dan ngopi dulu, nge-indomie as usual. Kami memilih jalan belakang agar tidak terlalu ramai.

This slideshow requires JavaScript.

Rute Sevel Manggarai-Jl Pariaman-Pasar Rumput-Pasar Jl Sultan Agung-Stasiun Manggarai bolak-balik ternyata cukup membuat kaki pegal. Kami berjalan perlahan sembari menikmati sinar matahari pagi yang mulai tinggi.

Kopaja, bajaj, tambal ban, tukang kunci, penjaja kloset, hingga kambing menjadi objek foto. Menyusuri jalanan kampung pun tidak terlewat. Di antara hingar bingar pasar, manusia-manusia berkaos hitam menenteng kamera tampak membaur.

Mas Jati, yang jago gambar sketsa nampak asyik menggambar penjual ikan hias yang dikelilingi anak-anak. Di sisi lain, Mas Bayu malah jadi korban kameramen MNC TV. Di sudut bilangan Manggarai, di belakang Pasar Rumput saya tertarik melihat rumah tradisional Betawi yang nampak gagah di antara ramainya pasar. Tidak harus jauh-jauh ke Taman Mini Indonesia.

Tidak hanya saya, rekan @fotografernet #FN9, dan @kfsemarang #KFS021 yang menikmati JASH VII. Agustinus Weng @agustin78 Wibowo, pejalan dan penulis buku nampak pula diantara kerumunan. Sayangnya saya tidak mengenali, bila tidak mungkin saya bisa bertanya beberapa hal yang ingin saya tahu tentang perjalanannya di Afgan.

Pesona sudut Manggarai cukup indah, dari kacamata lain. Aktifitas manusia, dan debu jalanan membuat saya ingin kembali berjalan. Ah, Saya tidak sabar menikmati perjalanan berikutnya di Pantura pekan depan. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

November 1, 2011 at 9:49 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: