Catatan Paruh Waktu | Alie Poedjakusuma

Memotret bawah air

leave a comment »

Sabtu (2/4) siang kemarin saya berkunjung ke Deep and Extreme Expo di Jakarta Convention Center, sekedar mengisi akhir pekan yang membosankan. Setelah berkeliling sebentar, pengumuman adanya kelas fotografi model bawah air menarik saya.

Salah satu karya Todd Essick Todd Essick, fotografer asal Amerika Serikat tampil di depan kelas membagikan pengalamannya tentang underwater fine art photography. Sebelum menjadi fotografer komersil, Todd bekerja di biro foto Association Press (AP) sebagai fotojurnalis. Sejak 1991, ia dibantu beberapa rekannya memulai bisnis fotografi model bawah air.

Ia, lalu mengambil contoh salah satu fotonya yang pernah menjadi sampul sebuah majalah fashion. Dalam foto yang terlihat sederhana, hanya ada seorang model dan beberapa ekor ikan hiu ternyata proses pengambilan gambarnya begitu rumit.

Menurut Todd, fotografi bawah air memang ‘sedikit’ lebih rumit daripada ‘fotografi daratan’. Peralatan yang tidak hanya kamera dan perkakasnya, namun juga peralatan selam membuat fotografer macam ia musti repot dengan teknik fotografi dan teknik penyelaman.

Salah satu sesi pemotretan favoritnya, dengan Heidi Klum sebagai model, harus dilakukan pada perairan dengan suhu air no derajat. Dalam suhu serendah itu, ia hanya punya waktu sepuluh menit sebelum model mulai membeku.

Konsep, ide, dan segala settingan ia bicarakan terlebih dahulu sebelum mulai menyelam. Dari 10-15 ide atau konsep yang ia bicarakan di daratan, mungkin hanya bisa terlaksana 3-5. Sisanya menguap. Tergantung dengan kondisi alam, cuaca, dan segala aspek lain yang meskipun sudah diperhitungkan tetap saja bisa berpengaruh banyak.

Saya tidak pernah mengandalkan keberuntungan. Memotret dengan modus kontinyu memang praktis, dari sepuluh mungkin anda akan mendapatkan satu gambar bagus. Tidak selalu anda beruntung, khan?” tukasnya.

Persiapan memang hal paling mutlak diperlukan sebelum menjalani sesi pemotretan. Todd biasa menghabiskan seharian penuh hari pertamanya di lokasi pemotretan untuk berkeliling, dengan peralatan selam tentunya, mencari konsep yang pas.

Selama pemotretan, Ia tidak sepenuhnya bekerja sendirian.  Selama pengambilan gambar, para safety diver mendampinginya, memastikan tidak terjadi sesuatu yang bisa mengancam tidak hanya proses pengambilan foto, tapi juga nyawanya.

Tempatkan semua unsur sesuai tempatnya, sesuai kemauan anda. Dan, foto yang bagus akan anda dapatkan,” tambahnya sebelum menutup perbincangan. @aliepodja

Written by Alie Poedjakusuma

April 4, 2011 at 10:49 pm

Posted in Photography

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: